
Pernahkah kamu merasa
Bahwa dunia tidak pernah ada untukmu
Pernahkah kamu merasa
Tidak dapat menangis
Ku tidak bisa menangis
Sakit dan pedih
Menangis di dalam hati yang terluka
Menahan tangisan yang tak boleh dikeluarkan
Aku tidak dapat menangis
Ingin sekali ku menangis
Mengeluarkan segalanya
Pedih dan perih
Aku ingin berteriak
Tetapi aku tidak dapat berteriak
Hanya dapat berteriak dalam hati
Oang-orang tidak tahu dan peduli
Aku ingin berteriak
Mengeluarkan bebanku
Berteriak di hadapan orang-orang
Agar mereka tahu apa yang kurasakan
Aku ingin berteriak dan menangis
Tetapi orang-orang tidak pernah
Membiarkanku menangis dan berteriak
Mereka tidak pernah peduli
Aku hanya bisa tertawa
Aku hanya bisa tersenyum
Saat aku ingin menangis
Saat aku ingin berteriak
Badanku sembunyikan segalanya
Segala kebusukanku
Segala hal yang kututupi dari mereka
Segala hal yang seharusnya tidak kulakukan
Akalku menyimpan sejuta rahasia
Rahasia tentang segala pikiran kotorku
Tentang segala rencanaku yang jahat
Tentang hal-hal kotor yang telah kuperbuat
Bibirku terbuka lebar
Mencoba membicarakan hal-hal baik
Yang tidak pernah kulakukan
Mencoba berdalih dari perbuatan kotorku
Tanganku sangatlah patuh
Patuh membantuku membunuh tadi malam
Patuh membantuku mencuri uang Negara
Patuh menyembunyikan perbuatan kotorku
Kakiku sangatlah baik
Telah membantuku menendang orang lemah
Telah membantuku pergi ke tempat zinah
Telah baik membantu perbuatan kotorku
Tapi kita tak tahu
Nanti saat kita diadili-Nya
Tangan dan kaki akan berbicara segalanya
Bibir akan terkunci rapat
Akal tak dapat berbuat apapun
Yang ada hanyalah
Sebuah konspirasi
Antara Tuhan dan badan kita
![]()
Persepsi adalah suatu anggapan yang ada dalam diri manusia tentang suatu hal atau benda. Contohnya, seperti kita menganggap bahwa bola itu berbentuk bulat, maka selamanya bola itu harus bulat tidak boleh bentuk lainnya. Persepsi mengacaukan pemahaman kita karena bila kita terus mempertahankan persepsi atau anggapan tersebut, maka dengan sendirinya kita tidak dapat berinovasi atau menciptakan hal-hal yang baru. Juga bila kita mempertahankannya maka dengan sendirinya pula kita tidak akan bisa menerima hal-hal baru. Seperti, sebuah penemuan, aliran lukisan, dll. Hal itulah yang membuat saya berpikir, seandainya kita hidup tidak ada persepsi. Dan ada sebuah buku yang mengatakan (saya lupa judul bukunya) bahwa jangan jadi orang dewasa dengan mempertahankan persepsi tetapi jadilah orang dewasa yang bijak. Hal ini menggugah pikiran saya, dan membuat saya berpikir tentang hal ini.
Kebijaksanaan adalah hal yang bisa melawannya. Dengan belajar menjadi bijak, maka kita bisa melawannya. Persepsi itu tidak bisa dihilangkan karena, otak kita saat sudah mendapatkan pemahaman tentang suatu hal, maka otak kita akan mengingat terus pemahaman itu.
Persepsi itu seperti sebuah tradisi yang telah mengakar kuat dalam masyarakat. tradisi itu akan sulit dihilangkan dari masyarakat. Sama dengan tradisi, persepsi sendiri telah mengakar kuat dalam diri kita. Kita akan sangat susah menghilangkannya.
Contoh sederhananya adalah, kita selalu menganggap bahwa bola itu bulat. Tetapi bila ada orang yang menciptakan suatu bola berbentuk kotak, maka kita akan sulit menerimanya. Mungkin kita akan tertawa atau bingung karena kita tidak pernah melihatbenda seperti itu. Tetapi,sebenarnya kita bingung karena persepsi atau pemahaman otak kita terhadap bola tersebut adalah bola itu harus berbentuk bulat.
Hal itu menunjukkan bahwa persepsi telah mengacaukan pikiran kita. Yang bisa kita lakukan adalah kita harus bersikap bijak. Karena bila kita bersikap bijak, maka semua hal-hal baru bisa kita terima. Dan sebelum kita menerimanya, dengan kebijaksanaan pulalah kita akan menyeleksinya terlebih dahulu apakah hal itu baik ataupun buruk.
“Jadilah orang dewasa yang bijak..”
AKU
Aku adalah aku
Aku tak akan pernah menjadi kamu
Walaupun aku selalu bersandiwara
Aku tetaplah aku
Aku adalah Aku
Aku yang tak pernah menjadi diriku
Aku yang selalu berbohong
Tapi aku tetaplah aku
Aku adalah aku
Orang orang tak pernah membiarkanku
menjadi diriku
Tapi aku ingin menjadi diriku
Meski begitu aku tetaplah aku
Bisakah kamu melihatku
Melihat aku
Aku adalah aku
Tapi diriku tak bisa dilihat oleh kamu